Archive for January, 2010

Sukses dengan berfikir Positif

January 21st, 2010

Kegagalan dalam kehidupan, entah dalam pekerjaan atau pun percintaan., pasti pernah anda rasakan. Sering kali kegagalan tersebut membuat anda putus asa, tidak percaya diri, dan selalu berfikiran negative. Padahal kegagalan seharusnya menjadi “cambuk” bagi anda untuk menjadi lebih baik lagi. Salah satu caranya adalah dengan selalu berfikir positif. Untuk membantu anda belajar berfikir positif, simaklah hal-hal berikut ini.

  1. cobalah abaikan segala macam pikiran negative. Gantilah pikiran negative anda dengan pikiran-pikiran yang positif dan bersifat membangun. Contohnya, ubahlah pikiran seperti,”saya tidak bisa melakukan ini”, dengan pikiran positif,” saya pasti dapat melakukan ini dengan baik.”
  2. sebelum melakukan sesuatu, jangan bayangkan sebuah kegagalan, tapi bayangkanlah keberhasilan yang akan anda dapat setelah keberhasilan yang akan anda dapat setelah melakukan hal tersebut. Ingat, biasanya apa yang anda bayangkan akan menjadi sugesti tersendiri yang menentukan berhasil atau tidak nya pekerjaan anda.
  3. bergabunglah dengan orang-orang yang selalu berfikiran positif. Pikiran manusia itu ibarat penyakit menular. Jika anda berada dekat orang-orang yang pikirannya dipenuhi kebahagiaan dan keoptimisan, secara otomatis anda akan terpengaruh cara berfikir mereka yang positif juga.
  4. sering-seringlah membaca buku yang dapat meningkatkan motifasi anda,. Bacalah buku trsebut diwaktu senggang anda. Lalu, resapilah klimat per kalimat secara perlahan-lahan. Buku-buku inspiratif tersebut akan membantu anda berfikir positif.
  5. perbaiki cara duduk dan berjalan anda sikap dan rtingkat rasa percaya diri seseorang dapat dinilai dari kedua hal tersebut. Biasakan untuk selalu duduk dan berjalan dengan punggung yang tegak.Kebiasaan seperti ini akan membantu meningkatkan rasa percaya diri dan aura positif dalam diri anda.
  6. cobalah untuk tidak memikirkan sesuatu secara berlebihan. Sering kali anda terjebak karena terlalu banyak berfikir dan menghabiskan banyak waktu untuk menimbang nimbang apa yang orang lain pikirkan tentang kita. Padahal belum tentu hal itu benar adanya. Hal ini akan membuat anda tidak dapat mengeluarkan kemampuan terbaik anda.
  7. pilihlah satu hari istimewa dalam seminggu dan jadikanlah hari itu sebagai”hari berfikir positif”. Bangunlah pada pagi hari dan yakinlah bahwa setiap orang yang akan anda temui bernilai istimewa.

Kemudian, perlakukanlah mereka secara positif. Anda akan merasakan bahwa kehidupan ini lebih indah dengan berfikir positif.

Tags:
Posted in motivasi | Comments (0)

Soal Dikpa 2009

January 11th, 2010

Tidak terasa tinggal 2hari lagi…

ni ada soal dikpa tahun kemarin..

unduh disini..

Smoga sukses yach..

Tags:
Posted in e-learning | Comments (0)

Latihan Konsentrasi (Fisik)

January 8th, 2010

Kalau Anda ingin berkonsentrasi, usaha yang paling sulit justru memusatkan pikiran itu sendiri.

Tak banyak orang yang mampu mengendalikan pikiran. Apalagi memusatkan segenap perhatian pada satu soal tertentu dengan mengabaikan sama sekali ingatan, pendengaran, perabaan, penglihatan, perasaan, dan semua kegiatan pikiran lain.

Sungguh sulit, memang. Sebab sekalipun tidak dalam keadaan berfikir, pikiran mengadakan kontraksi sendiri. Ia terus mengelana ke mana-mana, seakan-akan kita mengkhayal. Semakin ditekan, semakin mengganggulah pikiran yang tak diundang itu. Pikiran yang setiap detik dipergunakan, rupanya telah terbiasa dengan sikap tak suka diam. Karena itulah pemusatan pikiran memerlukan latihan yang sungguh-sungguh dan penuh kesabaran. Tapi, semua orang pasti mampu melakukannya. Asal mau saja…!

Memang, dalam taraf pertama akan mengalami kesulitan dan barangkali sedikit membosankan. Tapi cobalah tahan sedikit saja dengan penuh kesabaran. InsyaAllah kalau sudah mulai terbiasa, apalagi dilakukan kontinu pada jadwal yang cukup teratur, bisa-bisa malah “ketagihan”. Cuma jangan kaget, hal-hal yang cukup luar biasa mungkin akan terjadi. Kalau betul sudah sampai sedemikian, Anda mulai “naik tingkat”, tergolong “the high class”.

Kalau begitu, bagaimana caranya?
Duduklah. Boleh di kursi, boleh diranjang, atau di lantai juga oke. Setelah mengambil sikap cukup santai dan diperkirakan bisa bertahan lama, maka kini pejamkan mata Anda. Lalu berhitunglah dengan tenang sebagai berikut: 1-2-3-4-5-6 dan seterusnya sampai 200. Anda boleh mengulangnya berkali-kali sampai cukup waktu yang Anda jadwalkan sendiri.

Aturlah sedemikian rupa, sehingga Anda menghitung disaat Anda sedang menurunkan nafas. Atur juga sedemikian rupa sehingga jarak antara dua angka hitungan selalu konstan (tetap). Jangan sampai waktu menghitung dari 23 ke 24 –misalnya- memakan waktu 30 detik sementara hitungan berikutnya 1 menit, dan yang lainnya 5 detik. Usahakan selang waktu senantiasa teratur. Barangkali awalnya memang “amburadul”. Tapi terus sajalah, sampai Anda betul-betul bisa.

Namun Anda bisa rasakan, tiba-tiba Anda “dipaksa” untuk hanya memikirkan “apa lagi angka setelah ini” secara kontinu, hingga tak terasa pikiran Anda terpusat. Inilah kehebatannya. Seolah tanpa terasa, tiba-tiba Anda terpaku hanya pada angka-angka.

Kalau ternyata cara yang pertama terlalu mudah, bisa juga memilih cara yang lain. Hitung angka dari 1 s/d 50 dengan jarak napas seperti tadi, tetapi setelah hitungan ke 50, Anda harus atret(menghitung mundur), yaitu: 50-49-48-47-46, dan seterusnya.

Cara yang lain juga boleh, tapi ini lebih sulit. Yaitu dengan cara menghitung lompat dari angka 1 s/d 21 dengan lompat 2, seperti berikut: 1-3-5-7-9 dan seterusnya lalu balik lagi: 21-19-17-15-13 sampai 1 lagi.

Ulangi terus sampai waktu latihan Anda habis. Anda bisa tetapkan sendiri semampu Anda. Tapi usahakan jangan terbiasa berhenti di tengah jalan. Ini justru awal kegagalan.

Dengan latihan seperti ini, apa untungnya? Insya Allah Anda akan terlatih tenang, tekun dan sabar. Anda tak kan lagi memiliki sifat terburu-buru yang biasanya dibimbing oleh nafsu angkara murka. Anda akan memiliki pikiran yang jernih, bersih dan tajam. Keyakinan diri Anda akan bertambah sehingga Anda akan sukses dalam segala usaha. Shalat anda pun akan semakin khusyu’ dan otak Anda akan semakin cerdas.

Tak ada salahnya, boleh Anda coba. (pustakanilna)

Tags:
Posted in trik 'n trips | Comments (0)

Bagaimana Mengasah Ketajaman Konsentrasi?

January 8th, 2010

Seperti yang sudah kita bahas, bahwa penyebab menurunnya konsentrasi itu seabrek. Namun begitu, jika kita merasa apa yang sudah kita bahas itu relevan dengan masalah yang kita hadapi, mungkin kita bisa melakukan latihan (drill) di bawah ini:

1.Perjelas target Anda
Target di sini banyak kegunaannya. Selain akan menjadi bimbingan, ia pun bisa mendinamiskan hidup. Dikatakan bimbingan karena kita tidak bisa menyuruhkan pikiran ini berkonsentrasi kalau tidak ada sasarannya. Target adalah sasaran untuk dipikirkan oleh pikiran kita. Pikiran yang kita gunakan untuk memikirkan sasaran demi sasaran akan membuat hidup dinamis. Orang yang hidupnya dinamis dengan target-target yang dimiliki akan jauh dari gangguan dan kekosongan emosi. Jadi, beri tugas pada pikiran untuk memikirkan sasaran, program atau target yang Anda buat.

2. Lakukan dan libatkan
Tentu tidak cukup dengan hanya membuat program atau target di atas kertas. Agar target itu benar-benar bermanfaat dalam membimbing dan mendinamiskan, ya dibutuhkan disiplin diri dalam menjalankannya. Lakukan sesuatu yang dapat mendekatkan anda dengan target yang Anda buat. Selain melakukan sesuatu, hal yang terpenting di sini adalah melibatkan diri pada lingkungan yang pas dengan kita (environment system).

Temukan orang lain yang kira-kira bisa membuat Anda selalu “connect” dengan program atau target Anda. Temukan lingkungan yang sejiwa dengan Anda. Kalau Anda punya target ingin jago di IT, misalnya, tetapi Anda tidak mengenal orang IT, tidak masuk komunitas IT, jauh dari masyarakat IT, ya tentu saja konsentrasi Anda kurang mendapat dukungan. Pedagang ber-komunitas dengan pedagang. Olahragawan atau seniman ber-komunitas dengan orang-orang yang sejiwa dengan mereka. Anda pun perlu mencontoh begitu.

3. Sering-sering berkomunikasi dengan diri sendiri
Ini misalnya menyepi (bukan menyendiri). Menyepi di sini maksudnya Anda memberi ruang dan kesempatan untuk diri sendiri supaya berbicara dengan diri sendiri, self-dialog, self-talk, meditasi, evaluasi, koreksi, refleksi, dan lain-lain. Ini berarti kita tidak perlu ke gunung untuk menyepi. Menyepi dalam pengertian yang luas bisa kita lakukan di tengah keramaian, misalnya di kampus, di kendaraan umum, di perpustakaan, dan lain-lain.

Yang penting esensinya di sini adalah kita “ingat” pada diri kita, memikirkan diri kita, memikirkan target kita, memikiran apa yang sudah kita lakukan. Banyak orang yang hampir tidak pernah memikirkan dirinya dalam arti yang positif. Dari pagi sampai malam yang dipikirin orang lain, ingat orang lain, ngobrol ke sana ke mari tentang orang lain, dan seterusnya. Mestinya yang bagus adalah seimbang.

4.Ciptakan sarana (mean)
Ini bisa dilakukan dengan membuat tulisan, catatan, gambar atau apa saja yang memudahkan kita mengingat dan melihat target, program atau bidang-bidang yang penting menurut kita. Ini bisa kita taruh di buku, di meja, di HP, di komputer, dan lain-lain. Artinya, ciptakan sarana yang membuat pikiran ini mudah melihat dan mengingat. Temukan acara teve atau radio yang mendukung agenda. Baca buku atau koran atau majalah yang mendukung. Temui orang yang bisa diajak ngobrol tentang apa yang kita pikirkan.

5. Tingkatkan kepedulian
Peduli terhadap diri sendiri berbeda pengertiannya dengan mementingkan diri sendiri. Peduli di sini artinya kita berperan seoptimal mungkin berdasarkan status kita. Pelajar yang peduli adalah pelajar yang berusaha berperan seoptimal mungkin sebagai pelajar: ya belajar, ya berorganisasi, ya demo secara positif, ya bergaul, ya mau menghormati guru / dosen, ya macam-macam. Karyawan yang peduli adalah karyawan yang berperan seoptimal mungkin berdasarkan status dirinya sebagai karyawan: ya belajar, ya bisa menerima bimbingan, ya bekerja keras, ya belajar bekerja cerdas, ya tidak ngambek-kan, ya macam-macam.

Kenapa peduli ini penting? Alasannya, ketika kita menolak peranan yang seharusnya kita lakukan berdasarkan status kita, maka yang muncul adalah konflik di batin, stress, depresi, distress, dan lain-lain. Ini biasanya diikuti oleh rombongannya, katakanlah seperti: keinginan yang tidak realistis dan akurat, pikiran yang tidak jelas fokus dan sasarannya, hasil yang tidak pasti, munculnya pikiran-pikiran negatif terhadap diri sendiri, terhadap orang lain dan terhadap keadaan.

Meski kita sering mengasosiasikan konsentrasi itu dengan cara kerja pikiran, tetapi kalau perasaan kita terluka atau terganggu, akibatnya pikiran juga terganggu. Banyak hal yang tidak bisa kita pikirkan dan tidak bisa kita lakukan dengan bagus karena kita sedang menyimpan perasaan yang tidak bagus. Benar nggak begitu? Semoga ini bermanfaat.

Tags:
Posted in trik 'n trips | Comments (0)

Soal Tambahan Etprof

January 4th, 2010

Hari pertama Ujian Tengah Semester Ganjil telah kita lalui bersama, apa yang telah kita lakukan tadi semoga mendapatkan balasan yang baik, baik bagi kita, dosen, maupun Tuhan.

Ujian kedua telah menanti, sudah siapkah kita menghadapinya???

Berikut soal Etika Profesi dari tahun sebelumnya yang semoga bermanfaat buat kita semua.

soal Etika Profesi

Jaga semangat buat hari esok.. ^_^

Posted in e-learning | Comments (0)